Showing posts with label Mercedes-Benz. Show all posts
Showing posts with label Mercedes-Benz. Show all posts

Modifikasi Mercedes-Benz C240 Elegance, Terobsesi Velg Legenda

Modifikasi Mercedes-Benz C240 Elegance, Terobsesi Velg Legenda
Jakarta - Michael Leonardo memang penggemar tuner Brabus. Lihat saja aksesori yang terpasang di kendaraannya. Hampir semua dihuni tuner asal Jerman tersebut.
Modifikasi Mercedes-Benz C240 Elegance, Terobsesi Velg Legenda
Sebut saja body kit yang memakai asli Brabus, emblem, pedal set, shift knob, bahkan hingga payung dan ballpen yang ia pakai bermerek sama. Namun pengecualian terjadi di velg, dimana justru ia lebih memercayakan MAE 19x(8,5+10) inci dengan offset 13 rata.

“Tadinya pakai Brabus Monoblock V cuma bosan, jadi ganti deh,” ucap Mike, sapaan akrabnya. MAE ini tadinya lebarnya 8,5 rata. Namun oleh Mike diganti lips-nya dengan ukuran 4,5 inci untuk lebar 10 incinya.
Modifikasi Mercedes-Benz C240 Elegance, Terobsesi Velg Legenda
“Biar seksi kalau dilihat dari belakang, hehe…” kekeh seorang wiraswasta ini. Lantas velg lebar tersebut dibalut ban Accelera Phi 235/35R19, yang pastinya narik abis! Keren!

Dari sini masalah baru timbul, karena Mike ingin mobilnya ceper mampus. “Waktu itu bilang ke tukang per, hajar (potong) tanpa ampun,” sela pria doyan bercanda ini. Hasilnya, mobil pun benar-benar dibuat kandas sampai enggak bisa jalan! “Gue bingung pulangnya gimana, hahaha…” tawanya.
Modifikasi Mercedes-Benz C240 Elegance, Terobsesi Velg Legenda
Mau tidak mau, doi paksa jalan meskipun fender belakang hangus karena bergesekan terus dengan ban. Padahal per custom sudah di-setting keras biar mencegah gesrot, namun tetap gesrot. “Ya sudah, paksain jalan sampai bengkel buat digedor fendernya, hehe…” ceritanya lagi.

Sampai bengkel, karena sudah terlanjur hangus, maka fender belakang pun dirombak untuk wide body. “Las-lasan dari pabrik yang di dalam fender dibuka, biar hasil wide-nya rapi dan terlihat natural,” beber Mike.
Modifikasi Mercedes-Benz C240 Elegance, Terobsesi Velg Legenda
Wide body pun cukup dilakukan 1 cm agar tidak terlalu kentara. “Nah sekarang baru bebas gesrot, tapi bantingannya masih keras banget nih, capek bawanya,” tutupnya. Yang penting gaya sob! Haha! (mobil.otomotifnet.com)

  RUMAH MODIFIKASI:
Velg: Riverside, Kampung Melayu, Jakarta Timur
Eksterior: Brilliant, Duren Sawit, Jakarta Timur
Body kit: Jakarta Ban, Fatmawati, Jakarta Selatan

Modifikasi Mercedes-Benz 300E, Gaet Velg BMW

Modifikasi Mercedes-Benz 300E, Gaet Velg BMW
Jakarta - Mercy milik Herdiwan Fajar dibuat serebah mungkin hingga terkesan melata. Diwan, sapaan akrabnya memang hobi sama mobil-mobil ceper. Kalau biasanya Boxer pakai velg tuner seperti Brabus, AMG, atau Lorinser, Diwan nyeleneh dengan memakai velg replika NKB Elite 7 yang notabene diperuntukkan untuk BMW. “Lama-lama bosan pakai velg tuner,” ucapnya santai.

Modifikasi Mercedes-Benz 300E, Gaet Velg BMW
Walaupun replika, namun speknya dahsyat. Dimana speknya 18x(8,5+9,5) inci dengan offset 15 rata. Spek ini awalnya khusus untuk BMW seri 5 yang terkenal punya offset standar berangka kecil. “Iseng saja nyobain (velg ini), habis speknya lucu, sih,” jelas Diwan.

Teromol pun dibubut ke PCD BMW, 5x120. Pembubutan lebih mudah karena Mercy menggunakan baut tancap, jadi cukup dibuatkan lubang baru saja. Lalu velg dipasang, “Nongol empat jari depan belakang, dalam kondisi per standar,” kenang wiraswasta ini.
Modifikasi Mercedes-Benz 300E, Gaet Velg BMW
Walau ragu-ragu velg bakal enggak muat di fender, pria gemar bercanda ini maksa menggiring W124-nya ke Genio Per, Gandaria, untuk diceperkan. “Untung konstruksi kaki-kaki Mercy multi link, jadi masuk semua velgnya ketika diceperin,” ucapnya.

Maksudnya karena kaki-kaki Boxer berjenis multi-link axle, suspensi dibuat ceper habis. Maka lengan ayun tertarik ke atas yang menyebabkan sudut camber menjadi negatif. Hal ini membawa keuntungan, karena ketika mobil mengayun, velg justru makin miring alias masuk ke dalam.
Mercedes-Benz 300E
Jadi, “Enggak gesrot sama sekali, dinaikin tiga orang juga masih bisa,” bangga Diwan. Kalau empat orang? “Enggak bisa karena bibir velg bentrok dengan fender,” jawabnya. Mantap bro! (mobil.otomotifnet.com)
Modifikasi Mercedes-Benz 300E, Gaet Velg BMW
RUMAH MODIFIKASI
Velg: Eurovolution Motorsport, Condet, Jakarta Timur
Suspensi: Genio Per, Gandaria, Jakarta Selatan
Interior: Interieurs, Duren Tiga, Jakarta Selatan
Cat: Platinum, Rawamangun, Jakarta Utara

SPESIFIKASI
Velg replika NKB Elite 7 18x(8,5+9,5) inci offset 15, ban Forceum Hexa 205/40R18 (depan), Achilles ATR Sport 225/40R18 (belakang), per Sportline custom, headlamp E320 Masterpiece, lampu sein Hella American style, lampu belakang Mercedes-Benz E500, gril S-Class, gril emblem Brabus, pedal set Brabus, setir Sportline, panel wood Sportline, shift knob Brabus, foot rest Brabus, door pin Brabus, spidometer Sportline, spidometer ring krom Brabus

Modifikasi Mercedes-Benz 280G 1988, Lian Passion

Modifikasi Mercedes-Benz 280G 1988, Lian Passion
Jakarta - Jujur saja saya sempat terbelalak melihat modifikasi pada jip Mercy 280 G milik Lian Nasution ini. Melihat jip Mercy yang dimodifikasi saja saya jarang lihat, apalagi yang sudah full spek seperti ini.
Modifikasi Mercedes-Benz280G 1988, Lian Passion
Lihat saja desain body kit-nya yang merupakan dua gabungan tuner ternama. Dimana bagian depan mengusung desain dari tuner Jerman, A.R.T yang diperuntukkan untuk G400 CDI V8 dengan nama Streetline Sterling.

Sedangkan untuk belakang, Lian, sapaan akrabnya, memakai model Hamman. “Tapi saya sesuaikan lagi, enggak niru plek,” ujarnya. Penyesuaian dilakukan agar karakter body kit tersebut bersanding harmonis dengan kontur bodi yang kotak.
Modifikasi Mercedes-Benz280G 1988, Lian Passion

“Pengerjaan bemper depan saya lakukan di rumah sekitar 4 bulan,” ucap Lian. Lucunya, emblem yang tertempel justru kebanyakan Junction Produce. “Kebetulan saya penggemar Junction Produce, jadi saya buat custom saja emblem-emblemnya,” jelasnya lagi.

Yang unik, headlampnya dibuat custom di bengkel Delapan Satu, begitu juga dengan foglamp jenis proyektor yang, “Saya pasang sendiri,” jawab penikmat music Genesis ini. Dari sini saja tampang uzur 280G sirna sudah. Ditambah kehadiran gril dengan lis merah dipadu stiker karbon, semakin meremajakan penampilannya.
Modifikasi Mercedes-Benz280G 1988, Lian Passion
Sebelumnya jip Mercy ini sudah berwarna putih, “Tapi sudah agak menguning, terus ada beberapa bagian yang sudah keangkat catnya, ya sudah saya siram ulang saja,” tukasnya tentang cat super white dari Spies Hecker yang melapisi mobilnya.

Rampung bagian eksterior, pengerjaan pun berlanjut ke velg. “Tadinya pakai 24 inci, tapi dikomporin teman, jadi ganti 26 inci deh,” ujar pria ramah ini. Maka Don’z Wheels berukuran 26x10 inci dipercaya mengisi ruang fender 280 G ini.

Uniknya velg ini didapat dengan kondisi blank PCD alias belum dilubangi. “Saya beli baru di Autoworld, Bandung,” tutur Lian tentang velg yang dibelinya sekitar Rp 75 juta berikut ban ini.

Sebelum melubangi velg tersebut, bankir ini lebih memilih spek PCD 5x114,3, dibandingkan melubangi spek 5x130 yang merupakan spek standar jip Mercy. Dengan alasan, “Kalau velgnya dibikin 5x130, nanti jualnya susah, soalnya saya orangnya cepat bosan, hehehe…” kekeh Lian. Solusinya, ia menambahkan adaptor berukuran 3 cm.
Modifikasi Mercedes-Benz280G 1988, Lian Passion
Agar lebih harmonis lagi, ketinggian bodi diturunkan dengan memangkas per standar sebanyak 1,5 ulir. “Cari sport kit buat 280G ini susah banget, ya sudah potong saja deh,” keluhnya. Walaupun potong per standar, tapi bantingannya diklaim Lian masih empuk. “Enggak mental-mentul sama sekali, ajaib deh memang insinyur Mercy kalau bikin mobil,” candanya. (mobil.otomotifnet.com)

RED IN WHITE

“Rata-rata jip Mercy itu warna interiornya sopan, kayak beige atau hitam. Ya sudah saya tampil beda pakai warna merah,” katanya. Sebelumnya ia sempat memakai bahan semi kulit warna merah, tetapi hasilnya kurang nendang, Lalu Lian bermain ke ZC Distromotive dan mendapatkan bahan Recaro berwarna merah, “Kata Zibbek sih, bahan Recaro dari Malaysia,” jelasnya.
Modifikasi Mercedes-Benz280G 1988, Lian Passion
Bahan ini dibeli Lian permeter sekitar Rp 300 ribuan dengan total 18 meter yang diperlukan untuk membungkus interiornya. “Pengerjaannya sekitar semingguan, sampai lembur segala soalnya, hehehe…” jawab Lian.

Dan agar semakin kuat kesan sporty-nya, pada panel spidometer dan konsol tengah diberikan sentuhan carbon printing yang dibuat custom. “Bikin sama teman, nama bengkelnya Kutu Kalem (Bandung), rapi banget bikinannya,” bangga pria yang gemar travelling ini. Untuk biaya pengerjaan carbon printing ini, Lian menghabiskan biaya sekitar Rp 4 juta.Modifikasi Mercedes-Benz280G 1988, Lian Passion

Modifikasi Mercedes-Benz E300 Avantgarde 2010, Aggresive Feeling

Modifikasi Mercedes-Benz E300 Avantgarde 2010, Aggresive Feeling
Jakarta - Jasin Widjaja sangat selektif dalam memilih kendaraan untuk bekerja. Itu karena, “Hampir setiap hari saya selalu berkendara dari Jakarta ke Serang pulang pergi,” buka Jasin Widjaja. Maka, dipilih Mercedes-Benz E300 karena, “Mampu mengakomodasi segala keinginan saya akan sebuah mobil, yaitu kencang dan nyaman, serta safety,” tambah pria ramah ini.
Modifikasi Mercedes-Benz E300 Avantgarde 2010, Aggresive Feeling
Ubahan pertama dilakukan pada sektor kaki-kaki, dimana “E300 Avantgarde memang lebih pendek bila dibandingkan E300 biasa, tapi masih kurang mantap,” kekeh pengusaha kertas ini. Berkat saran dari Amin Sutiono dari gerai Autostyle dipilihlah velg VMR 711 berspek 20x(8,5+10) inci untuk menggantikan velg standarnya.

Velg berdesain mesh berfinishing black chrome ini tanpa kesulitan masuk ke dalam ruang fender W212. Itu ditunjang oleh pemilihan offset yang tepat, dimana untuk velg depan memiliki spek offset 45 sedangkan belakang ber-offset 48. Ini merupakan offset optimal untuk dapatkan tampilan velg rata bodi tanpa mentok atau gesrot fender sama sekali.
Modifikasi Mercedes-Benz E300 Avantgarde 2010, Aggresive Feeling
Ketinggian mobil pun turut disesuaikan. Opsi-nya ada pada subtitusi per menggunakan Eibach Prokit khusus untuk W212. “Dari segi pengendalian, spring Eibach jauh lebih stiff dibandingkan standarnya yang masih sedikit terasa melayang,” beber Amin.

“Tapi sama sekali tak mendegredasi kenyamanan mobil, makanya sang pemilik sangat puas pakai per ini,” timpal pria enerjik ini.

Ya, saya sempat merasakan sendiri seperti apa kenyamanan serta handling sedan ini, cukup stabil saat cornering, juga nyaman ketika jalanan keriting, dengan kecepatan tinggi tentunya.
Modifikasi Mercedes-Benz E300 Avantgarde 2010, Aggresive Feeling
Menyempurnakan tampilan, maka Jasin merombak beberapa bagian eksteriornya. “Saya sengaja pilih body kit bikinan tuner AMG, bentuknya yang sporty, juga pemasangannya sangat mudah, seperti pasang bemper standar saja,” beber pria asal Medan ini. Satu set body kit terdiri dari bemper depan-belakang, side skirt, ducktail.
 Modifikasi Mercedes-Benz E300 Avantgarde 2010, Aggresive Feeling
Paket yang didatangkan langsung dari Jerman sudah berwarna sesuai mobil melalui seorang rekannya. “Pasangnya juga sama temen, jadi enggak perlu ke bengkel lagi,” kekeh Jasin. “Sejauh ini saya sangat puas dengan rombakan pada mobil ini, tetap nyaman sebagai mobil harian, dengan handling yang menyenangkan,” tutup Jasin.
http://dafan-olshop.blogspot.co.id/2015/07/slimming-belt-korset-4-step-untuk.html 
http://dafan-olshop.blogspot.co.id/2015/08/magic-eve-bra-purple.html